Manusia setelah mati dan hidup dalam alam kubur pasti akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir, keduanya akan menanyakan setiap amal perbuatannya pada waktu hidup di dunia, apakah itu amal kebaikan dan amal keburukan.
Di dalam suatu riwayat diceritakan, tatkala mayit sudah diletakkan di dalam kubur, datanglah dua malaikat yang hitam dengan kedua matanya melotot, suaranya bagaikan petir dan penglihatannya bagaikan kilat menyambar, kedua malaikat itu datang dari arah kepala si mayit, maka berkatalah shalat, “kalian berdua jangan datang dari arahku, karena si mayit itu mengerjakan beberapa shalat, baik pada waktu malam maupun di siang hari karena rasa takut dari tempat itu”.
Karena dari arah kepala tidak berhasil, datanglah malaikat itu dari arah kedua kakinya, maka berkatalah kedua kaki tersebut, “kalian berdua jangan datang dari arahku sesungguhnya mayit ini mempergunakan aku untuk berjalan berjamaah, karena rasa takut tempat ini”.
Karena tidak berhasil juga kedua malaikat itu datang dari arah kanannya, berkatalah sedekah, “kalian jangan datang dari arahku, sesungguhnya mayit ini benar-benar telah melakukan sedekah dengan aku, karena rasa takut tempat ini”.
Kemudian malaikat datang dari arah kirinya, berkatalah puasa, “kalian jangan datang dari arahku, maka si mayit benar-benar telah lapar dan haus karena rasa takut tempat ini”. Kemudian si mayit terbangun sebagaimana terbangunnya orang yang tidur, seraya berkata, “apa yang kamu kehendaki berdua?. Kedua malaikat itu menjawab, “kami menghendaki ketauhidatanmu kepada Allah SWT”, maka mayit itu mengucapkan, “ASYADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH”, kedua malaikat itu berkata, “apa yang kamu katakan kepada Muhammad SAW?”, mayit itu kembali menjawab, “WAASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”. Kemudian kedua malaikat itu berkata “engkau hidup dalam keadaan mukmin dan engkau mati dalam keadaan mukmin.

