Merenungkan makna al-Qur'an pada prinsipnya adalah dengan cara mentadabburi dan memikirkannya. Seorang yang bagus bacaannya adalah apabila hatinya telah melunak dengan kalam Rabbnya, konsentrasi dalam mendengarkan dan menghadirkan segenap hati terhadap makna-makna sifat dari Dzat yang berbicara kepadanya, memperhatikan kekuasaan Nya, meninggalkan ketergantungan terhadap pengetahuan dan akalnya, melepas segala rasa keberdayaan dan kekuatan diri, mengagungkan Dzat yang berfirman kepadanya, merasa hina dengan kemampuan pemahaman nya. Dengan kondisi yang istiqamah dan hati yang bersih, dengan kekuatan ilmu, kesungguhan pendengaran untuk memahami firman-Nya, seakan-akan menyaksikan jawaban yang Ghaib. Juga dengan doa orang yang merendah diri, merasa banyak kekurangan dan merasa miskin, serta dengan menanti pertolongan dari Dzat yang Maha Menolong dan Maha Tahu, dan dengan memohon pertolongan kepada-Nya agar bacaannya membawa dirinya kepada pemahaman makna. Dia menghadirkan sifat dari Dzat yang berbicara , berupa janji-Nya dengan penuh kerinduan, ancaman-Nya dengan perasaan takut dan peringatan-Nya
Sabtu, 21 Mei 2011
Akibat Mengabaikan Shalat
Pada zaman dahulu terdapat suatu kisah yang menceritakan ada seorang kakek yang shalih telah menguburkan adik perempuannya di suatu kuburan. sewaktu menguruknya tanpa disadarinya tiba-tiba dompetnya terjatuh le dalam liang kuburan tersebut. Hingga pulang dan sampai di rumah barulah ia ingat dompetnya terjatuh dan tertinggal dalam liang kuburan adiknya itu.
Menjawab Pertanyaan Munkar-Nakir
Manusia setelah mati dan hidup dalam alam kubur pasti akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir, keduanya akan menanyakan setiap amal perbuatannya pada waktu hidup di dunia, apakah itu amal kebaikan dan amal keburukan.
Di dalam suatu riwayat diceritakan, tatkala mayit sudah diletakkan di dalam kubur, datanglah dua malaikat yang hitam dengan kedua matanya melotot, suaranya bagaikan petir dan penglihatannya bagaikan kilat menyambar, kedua malaikat itu datang dari arah kepala si mayit, maka berkatalah shalat, “kalian berdua jangan datang dari arahku, karena si mayit itu mengerjakan beberapa shalat, baik pada waktu malam maupun di siang hari karena rasa takut dari tempat itu”.
Karena dari arah kepala tidak berhasil, datanglah malaikat itu dari arah kedua kakinya, maka berkatalah kedua kaki tersebut, “kalian berdua jangan datang dari arahku sesungguhnya mayit ini mempergunakan aku untuk berjalan berjamaah, karena rasa takut tempat ini”.
Karena tidak berhasil juga kedua malaikat itu datang dari arah kanannya, berkatalah sedekah, “kalian jangan datang dari arahku, sesungguhnya mayit ini benar-benar telah melakukan sedekah dengan aku, karena rasa takut tempat ini”.
Kemudian malaikat datang dari arah kirinya, berkatalah puasa, “kalian jangan datang dari arahku, maka si mayit benar-benar telah lapar dan haus karena rasa takut tempat ini”. Kemudian si mayit terbangun sebagaimana terbangunnya orang yang tidur, seraya berkata, “apa yang kamu kehendaki berdua?. Kedua malaikat itu menjawab, “kami menghendaki ketauhidatanmu kepada Allah SWT”, maka mayit itu mengucapkan, “ASYADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH”, kedua malaikat itu berkata, “apa yang kamu katakan kepada Muhammad SAW?”, mayit itu kembali menjawab, “WAASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”. Kemudian kedua malaikat itu berkata “engkau hidup dalam keadaan mukmin dan engkau mati dalam keadaan mukmin.
Langganan:
Postingan (Atom)

